Skip navigation

Informasi

Stand up comedy adalah sebuah kegiatan di mana seseorang berdiri sambil memegang mic di hadapan orang banyak untuk membuat kelucuan. Dan, tahukah anda , ternyata di indonesia , SUC ( Stand up comedy ) ini sedang naik daun. Ada yang tahu dari negara mana asal muasal SUC ini ? Pasti tidak ada yang bisa jawab . Sebab, lawakan atau komedi yang bermonolog seperti SUC ternyata suadah lama ada di hampir semua negara , termasuk indonesia. Namun, SUC tidak terbantahkan lagi bahwa negara tempat berkembangnya adalah Amerika. Bahkan , di sana banyak yang menjadikan SUC ini sebagai profesi – bahasa kasarnya manggung dari kafe ke kafe-.
SUC America umumnya menggunakan joke observasional dan joke situasional.Joke observasional adalah joke yang berdasarkan dari hasil penelitian, sedangkan joke situasional adalah joke yang berdasarkan situasi .Menurut Raditya Dhika (salah satu comic papan atas indonesia) dan menurut saya, dua tipe joke tersebut bisa lahir akibat adanya kegelisahan atau ketidaksukaan terhadap seusatu. Umumnya , Raditya Dhika dan sejumlah comic jebolan Kompas TV menggunakan dua joke tersebut.
Contoh joke observasional oleh Raditya Dhika :
Kemarin gue nonton film horor di bioskop . Ternyata film horor di indonesia udah mirip kayak KFC (set up). Soalnya isinya hanya paha-dada-paha-dada (punch line).
Contoh joke situasional oleh Soleh Solihun :
Saya nggak ngerti ya, apa maksud dari orang yang pake sandal hotel , tapi di luar hotel ? (Set up). Apakah mereka pengen kasih tau ke kita kalo mereka itu habis berzinah di hotel ? (punch line).
Saya sudah sering menonton comic -comic lokal yang mudah beraksi lewat youtube, kompas TV , dan Metro TV. Dan memang, itulah adanya. Comic-comic mudah di indonesia banyak yang menggunakan dua joke yang juga banyak di gunakan comic Amerika itu. Tapi sayangnya, saya hanya bisa nyengir saja saat menonton mereka. Jujur, saya tidak pernah tertawa sampai terbahak-bahak -bahasa kasarnya ngakak-. Mungkin Punch line dari joke mereka hanya bisa membuat saya berpikir sambil nyengir saja. I dont know…..!
Namun, ada yang berbeda saat saya pertama kali melihat Comic senior yang bernama Cak Lontong. Di sini saya melihat dia bisa menimbulkan kelucuan tanpa adanya ketidaksukaan serta kegilisahan. Dan tentunya saya ngakak habis-habisan dibuatnya . Mungkin juga salah satu faktor yang menyebabkan dia lucu adalah cara berbicaranya yang serius ( khas motivator dan pejabat indonesia).
Contoh joke ala Cak Lontong :
Cinta tidak mengenal usia. Tetangga saya , seorang nenek berusia 72 tahun, jatuh cinta kepada seorang kakek yang berusia 81 tahun (set up). Tapi sayang, cinta mereka kandas karena tidak direstuhi oleh orang tua mereka (punch line).
Tidak hanya itu, saya juga terpikat oleh style stand up comedy yang dilakukan oleh 3 comic senior lainnya , yaitu Abdel, Setyawan Tiada Tara , dan Pakde Sus. Gila,,,,, saya merasa mereka adalah comic -comic yang tidak pernah ada garingnya.
Contoh Joke ala abdel :
Di luar situ tadi gue ngeliat intel . Tapi dia pake seragam. Intel kok pake seragam ? Gue langsung tanya dia.
Abdel : pak , bapak intel ya ?
Intel : iya .
Abdel : Kok pake seragam ?(Set up)
Intel : Lha, ini kan hari libur dek. (Punch line).

Contoh joke Setyawan Tiada tara :
Saya adalah oarang yang percaya kalo cinta itu menyatukan 2 pribadi yang berbeda. Istri saya kalo mau tidur , selalu lampunya dimatikan. Sedangkan saya, kalo mau tidur lampu harus dinyalakan . Untuk menghindari pertengkaran, kami berdua mengambil titik tengahnya (set up). Jadi , kami pasang lampu disko di kamar kami (punch line).
Intinya, guyonan para comic senior kita, cenderung tidak mengandung sindiran dan tidak menjelek -jelekkan suatu pihak. Mungkin mereka membuat suatu guyonan berdasarkan imajinasi , bukan keadaan sesungguhnya. Usust punya usut, ternyata tipe guyonan Mas Setyawan Tiada Tara dan pakde Sus adalah guyonan khas indonesia , tepatnya Jogjakarta.
Berbeda dengan comic-comic mudah yang mengadopsi cara-cara berstandup comedy orang Amerika. Mereka cenderung menjadikan kekurangan atau kejanggalan sesuatu menjadi lelucon. Tidak full imagination menurut saya. Mungkin oleh sebab itulah saya hanya bisa nyengir.
Tergantung dari anda mau pilih yang mana ? Style Stand Up Comedy ala Amerika atau style Stand Up comedy khas indonesia ?
Maaf , saya bukannya menjelek-jelekan salah satu pihak . Saya hanya ingin mengeluarkan aspirasi saya. Mudah-mudahan bisa membangun . Maju terus dunia komedy indonesia.

Keterangan :
comic : sebutan untuk orang yang berstand up comedy
Set up : Bagian awal dari sebuah joke. Umumnya tidak lucu.
Punch line : Bagian akhir dari sebuah joke , atau sesuatu yang membuat lucu joke itu.

Sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=14411429

2. Menyibak Rahasia Stand-up Comedy

 

Beberapa waktu ini kita dikejutkan dengan sebuah seni pertunjukan yang bisa dikategorikan unik. Bayangkan saja, dalam waktu sekejap bisa mencapai posisi paling atas untuk difavoritkan. Stand-up comedy, begitu beberapa orang memanggilnya sebagai bentuk seni pertunjukan yang mampu menarik kembali gairah komedi di negeri ini. Bisa dilihat dalam model dan kemasan yang dibawakannya mengalahkan komedi situasi yang sebelumnya sangat marak di layar kaca. Stand-up comedy semakin melatah hingga ke daerah-daerah, di kafe-kafe hingga layar kaca.

Masih belum jelas bentuk Stand-up comedy ini. Jika diterjemahkan secara kasar itu berarti komedi yang dibawakan secara berdiri dan memang itulah yang terjadi. Komedi yang dimainkan oleh seorang comic (sebutan bagi seorang Stand-up comedy) mengedepankan konsep monolog yang kita kenal sebagai penguasaan oleh diri sendiri.

Teks-teks verbal yang dinarasikan pada Stand-up comedy sebenarnya sangatlah verbal, sehingga terlihat biasa. Ada sisi lain yang mengedepankan Stand-up comedy dibandingkan konsep monolog lainnya. Dalam pembuatan bahan lawakannya, comic harus memiliki sesuatu yang intelektual karena dari sudut itulah pertunjukan ini bisa dinikmati.

Stand-up comedy memang sangat unik, dalam waktu beberapa bulan, dia bisa topik yang paling popular di kalangan kawula muda. Hal ini sebenarnya patut dijadikan pertanyaan besar ataupun sebuah jawaban dari kemandekan seni pertunjukan saat ini

Dengan modal kasus dan riset yang intelektual untuk kemudian diaplikasikan dalam hubungannya kepada penonton. Biasanya sang comic akan melakukan one man show, melemparkan lelucon melalui monolog atau statement dalam satu kalimat yang mengandung humor. Komedian di jalur ini biasanya menulis skrip lawakannya untuk tampil dalam 20-45 menit.

Kadang-kadang mereka memakai alat bantu untuk menyampaikan lelucon mereka. Meskipun stand-up comedy, pelawak enggak harus terus menerus berdiri. Beberapa pelawak menyampaikan sambil duduk seperti sedang bercerita pada kita.

Sejarah Stand-up comedy

Stand-up comedy adalah seni melawak (komedi) yang disampaikan di depan penonton secara live. Sang komedian biasanya tampil beberapa menit. Sejarah stand-up comedy dimulai sejak abad 18 di Eropa dan Amerika. Dalam sejarahnya perkembangan stand up comedy juga ditemui di berbagai benua. Di dunia, terutama di Amerika Serikat, stand-up comedy sudah berlangsung sejak lama. Ada yang menyebutkan sudah ada sejak abad ke-18. Makin berkembang di tahun 1960-an. Salah satu bintangnya yang cukup kontroversial adalah Lenny Bruce.

Lenny Bruce adalah nama panggung. Nama aslinya adalah Leonard Alfred Schneider, anak keturunan Yahudi yang lahir di Mineola, New York. Kehidupannya berantakan karena orangtuanya bercerai saat ia masih berusia lima tahun. Sejak itu dia dibesarkan oleh sejumlah kerabat yang mau mengurusnya. Ibunya, Sall Marr adalah artis panggung yang kelak mempengaruhi karier Bruce sebagai komedian.

Sebelum menekuni dunia stand-up comedy itu, Lenny Bruce masuk tentara dan pernah ditugaskan di Eropa. Dia tetap ingin mengembangkan bakatnya melawak. Niat itu makin kuat ketika dia kembali ke New York. Akan tetapi dia kesulitan untuk melakukan diferensiasi agar lawakannya berbeda dengan pelawak lain yang menjamur saat itu.

Pada pertengahan tahun 1940-an dia bertemu komedian ternama Joe Ancis. Dari sanalah dia banyak belajar. Dia dikenal dengan lawakannya yang kritis. Dari sana pula dia dianggap sebagai komedian yang mengantarkan kritik sosial dan ceita-cerita satir.

Stand-up Comedy Indonesia

Pada masa ini, dunia seni pertunjukan Indonesia mengalami masa transisi dimana mereka mulai meninggalkan kebiasaan lama, yang mana komedi itu hanya bisa dihasilkan dari slapstick kini mulai diubah dengan teks verbal yang jelas. Awal mula stand-up comedy di Indonesia dibuka oleh salah satu stasiun televisi swasta ibukota yang mencari pesertanya ke kota-kota besar. Model penjaringan peserta yang tanpa batasan ini yang membuat stand-up comedy makin digandrungi. Banyak dari peserta berpikir bahwa mereka berasal dari semua profesi dan kalangan namun mereka bisa menjebak tawa dengan siapa saja berdasarkan racikan komedi mereka. Stand-up comedy tidak mengenal profesi sehingga semua peserta bisa dipastikan bukan hanya dari seseorang yang memang belajar dan paham betul arti monolog.

Sebuah manifesto yang besar memang dengan memberanikan memasukkan stand-up comedy dalam dunia seni pertunjukan di negeri ini. Terbukti banyak tercipta comic-comic yang sebelumnya tidak kita kenal. Kebanyakan dari mereka berusia belia dan masih perlu banyak riset lagi dalam pengembangan komedinya. Lihat saja Panji Pragiwaksono dan Raditya Dika yang langsung meroket namanya dengan lelucon Stand-up comedy.

Melihat stand-up comedy yang semakin lama semakin populer, ada pesan yang terbetik. Apalagi melihat gembar-gembor media yang menjadi wahana penyaluran stand-up comedy ini.
Tidak lebih dari sebuah perjudian indutri agar pangsa tak lari dari dunia hiburan. Memang masalah hiburan cukup sulit ditemukan dalam bentuk dialog seperti stand-up comedy yang memang dipikirkan matang-matang.

Kebimbangan fenomena ini hanya sekilas saja terus membayangi sebab jika ini dilakukan terus menerus namun tanpa inovasi disana-sini mungkin umurnya singkat. Memasukkan unsur tradisi dalam Stand-up comedy mungkin salah satu jalan yang tepat jika ingin umur seni pertunjukan ini lama.

Unsur tradisi yang diangkat, harus digali sedalam-dalamnya. Itu semua bergantung pada comic yang akan lahir kelak. Stand-up comedy tidak mengenal profesi, sehingga banyak lawakan berasal dari empiris latar belakang lingkup kerja mereka. Semoga saja Stand-up comedy semakin membuat kita muda.

Sumber :

http://www.analisadaily.com/news/read/2012/01/08/29555/menyibak_rahasia_standup_comedy/#.T7dqI1IXtAI

“Gott gab uns die Sprache, damit wir aneinander vorbeireden koennen.”

(Tuhan memberi kita bahasa agar kita dapat berbicara satu sama lain)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: